JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah perdesaan berbasis pengetahuan dan teknologi. Komitmen ini diwujudkan melalui langkah Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, yang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengimplementasikan berbagai hasil riset langsung ke tingkat desa.
Dalam acara "BRIN Goes to Villages: BRIN Menyapa Desa" yang digelar di Jakarta, Mendes PDT Yandri Susanto memberikan apresiasi terhadap langkah BRIN yang mendekatkan hilirisasi riset demi masyarakat desa. Menurutnya, inovasi berbasis data dan riset sangat penting dalam mengoptimalkan potensi lokal.
"Kami sudah berkomitmen dengan Kepala BRIN, bagaimana hasil-hasil riset dan penelitian dari BRIN itu bisa diimplementasikan di tingkat desa," ujar Mendes Yandri.
Mendes Yandri menjelaskan bahwa 5 pilar Desa Inovasi yang digagas oleh BRIN—meliputi aspek sosial, pemerintahan, ekonomi, lingkungan, dan kearifan lokal—memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan program unggulan Kemendes PDT.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat program-program tematik kementerian, seperti pengembangan desa wisata, desa ekspor, hingga program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang dijalankan bersama World Bank. Jika riset BRIN dipadukan dengan program-program tersebut, ditambah keterlibatan kementerian lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup, maka langkah pembangunan akan semakin nyata.
Kemendes PDT menargetkan afirmasi dan pemaksimalan potensi ini bisa menyasar kurang lebih 10.000 desa di seluruh Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, kementerian menekankan pentingnya sinergi multi-pihak, mulai dari lembaga pemerintah hingga sektor swasta.
Baca berita lengkapnya disini

0 comments:
Posting Komentar